3 tips menentukan popok bayi agar tidak salah pilih

Jika berbicara tentang perlengkapan bayi baru lahir, tentu popok bayi menjadi hal penting yang harus kita perhatikan ya, Mums. Meski saat ini ada banyak pilihan popok bayi yang tersedia di pasaran, beragam pertimbangan seperti ukuran, bahan, hingga fitur yang ditawarkan, perlu diperhatikan oleh Mums. Hal ini tentu saja agar si Kecil nyaman serta terhindar dari risiko ruam dan iritasi!

Cara Memilih Popok yang Tepat untuk Si Kecil

Hampir selama 24 jam bayi menggunakan popok, dengan durasi pemakaian setiap popok sekitar 2-3 jam. Karenanya, memilih jenis popok yang nyaman dan aman adalah suatu keharusan bagi Mums. Nah, berikut beberapa kriteria popok yang tepat untuk si Kecil!

1. Pastikan popok yang digunakan sesuai ukuran tubuh bayi

Sama halnya dengan mengenakan pakaian atau sepatu, popok juga harus disesuaikan dengan ukuran penggunanya. Dalam hal ini, tentu saja ukuran yang menjadi tolok ukur adalah berat badan si Kecil. Popok yang terlalu ketat bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat bokong bayi lebih cepat lembap. Akibatnya, area kulit yang tertutup popok dan area sekitarnya dapat lebih mudah mengalami iritasi.

Jadi bila Mums menemukan adanya bekas karet popok pada kulit si Kecil, itu bisa menjadi pertanda bahwa ukuran popoknya terlalu kecil. Cobalah untuk lebih melonggarkan rekatan popok atau menggantinya dengan ukuran yang lebih besar.

Di sisi lain, popok yang terlalu longgar atau kebesaran juga dapat menyebabkan urine atau feses bayi tidak terserap dengan baik dan justru bocor keluar.

2. Pilih jenis bahan popok yang aman untuk kulit bayi

Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga beberapa jenis bahan mungkin akan lebih mudah menimbulkan iritasi pada kulitnya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), popok yang ideal, entah apa pun bahannya, harus dapat menjaga kestabilan pH dan kelembapan kulit, serta mencegah terjadinya ruam.

Umumnya, popok sekali pakai terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan dalam, lapisan inti yang mengandung absorben, dan lapisan luar. Lapisan dalam popok biasanya berpori untuk mengurangi gesekan kulit dan ditambah dengan formula khusus, seperti zinc oxide, aloe vera, dan petroleum, untuk menjaga agar kulit tetap kering.

Untuk bahan absorben pada lapisan inti, yang paling sering digunakan adalah selulosa dan absorbent gelling material (AGM) atau superabsorbent, yang terbuat dari sodium poliakrilat. AGM memiliki kemampuan untuk memisahkan cairan urine dari feses dengan cepat, menahan cairan di matriksnya, dan menjaga kestabilan pH. Sementara, lapisan luar popok sekali pakai umumnya bersifat kedap air dan terbuat dari bahan yang berpori supaya kulit si Kecil tetap “bernapas” dengan baik.

3. Ketahui daya serap popok dan fitur yang ditawarkan

Daya serap dari masing-masing produk popok bayi mungkin akan berbeda-beda. Akan tetapi, Mums tetap harus rutin mengganti popok si Kecil setidaknya 2-3 jam sekali. Ini untuk menghindari terjadinya iritasi akibat area bokong dan kemaluan yang lembap.

Untuk memudahkan Mums, beberapa produk popok bayi juga sudah dilengkapi dengan fitur indikator urine, di mana warna popok akan berubah ketika terkena urine.

Solusi Pilihan Popok yang Tepat untuk Si Kecil

Dengan beberapa indikator yang telah disebutkan sebelumnya, menentukan pilihan popok yang tepat untuk si Kecil jadi tidak rumit lagi ya, Mums. Nah, Mums juga tidak perlu bingung-bingung lagi, K-Mom Diaper hadir menjadi pilihan popok yang tepat untuk si Kecil!

K-Mom-Dual-Story-Diaper

K-MOM Diaper merupakan popok bayi dari Korea, yang memberikan kelembutan, memiliki sirkulasi udara yang sehat, serta menjaga si Kecil dari ruam dan iritasi. Memiliki kemampuan untuk menyerap 3 kali lebih cepat secara merata hingga 500 ml dan fitur ekstra kering, Mums pun tidak perlu khawatir popok akan bocor.

K-MOM Diaper terbuat dari bahan lembut yang ekstra tipis dengan fitur breathable, sehingga memungkinkan kulit bayi dapat bernapas dengan baik. Untuk semakin memudahkan Mums, K-Mom Diaper juga telah dilengkapi dengan fitur indikator urine, untuk menandakan popok sudah penuh atau belum.

K-Mom Diaper tersedia dalam 2 variasi sesuai kebutuhan si Kecil, yang juga dapat Mums pilih berdasar ukurannya:

1. Variasi: K-Mom Dual Story Band Diaper

  • S, M, L – Small (4-8kg): isi 68 pcs (untuk umur kurang dari 100 hari).
  • Medium (7-11kg): isi 60 pcs (untuk bayi yang sudah bisa merangkak dan duduk).
  • Large (10-14kg): isi 56 pcs (untuk bayi yang sudah bisa berdiri).

2. Variasi: K-Mom Dual Story Pull-Up Diaper

  • L, XL, XXL, 3XL
  • Large (9-14kg): isi 34 pcs. – XLarge (12-17kg): isi 32 pcs.
  • 2XLarge (15kg-19kg): isi 30 pcs.
  • 3XLarge (19kg-24kg): isi 28 pcs.

Nah, dengan beragamnya ukuran popok yang disesuaikan dengan berat badan bayi serta fitur yang ditawarkan, tentu K-Mom Diaper bisa menjadi pilihan popok yang tepat nih untuk si Kecil. Bagi Mums yang ingin mendapatkan produknya, K-Mom Diaper sudah dapat dibeli melalui official online store K-Mom Indonesia di Shopee dan Tokopedia! Untuk info lebih jelasnya, Mums bisa mengunjungi profil Instagram K-Mom Indonesia.

Scroll to Top